berbagai pekerjaan senior, berpindah-pindah tempat tinggal demi mendapatkan kos dengan harga paling murah, bahkan pernah bertahan hidup hanya dengan makan kerupuk karena tidak memiliki uang untuk membeli makanan.
Namun ia tidak pernah menganggap penderitaan sebagai alasan untuk berhenti.
Baginya, Tuhan tidak selalu menghilangkan jalan yang berbatu, tetapi Tuhan selalu memberikan kaki yang kuat untuk melewatinya.
Keyakinan itu akhirnya membuahkan hasil.
Ia berhasil menyelesaikan pendidikan Sarjana Hukum hanya dalam waktu tiga tahun enam bulan, sesuai dengan doa dan keyakinan yang sejak awal ia imani.
Tidak lama kemudian, ia diterima bekerja di PT Djambi Waras Jambi. Kehidupan ekonominya mulai membaik. Namun bagi Bertua, keberhasilan bukan alasan untuk berhenti belajar.
Ia kembali mengejar mimpi yang dahulu bahkan tidak pernah berani dibayangkannya.
Ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Jambi. Sekali lagi, dengan disiplin, kerja keras, dan pertolongan Tuhan, ia berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut hanya dalam waktu satu tahun tujuh bulan.
Bagi banyak orang, gelar Magister Hukum mungkin hanyalah sebuah capaian akademik. Namun bagi Bertua, gelar itu adalah bukti nyata bahwa keterbatasan ekonomi tidak pernah mampu mengalahkan seseorang yang memiliki iman, tekad, dan kemauan untuk terus berjuang.
Perjalanan hidup itu kemudian membawanya memasuki dunia advokat.
Dengan semangat menghadirkan keadilan bagi setiap orang tanpa memandang

