DPRD Provinsi Jambi Desak Polda Usut Tuntas Dugaan Keterlibatan Mantan Karo SDM

Avatar

Benanusa.com, Jambi – Aroma amis sengkarut ‘jual-beli’ kursi Bintara Polri tahun 2026 di Jambi kini tak lagi sekadar kasak-kusuk di lorong-lorong markas kepolisian. Badai skandal ini mulai memantik kemarahan struktural dari gedung wakil rakyat. Tuntutan agar pedang keadilan tidak hanya menebas leher prajurit rendahan disuarakan dengan lantang, menyasar langsung ke jantung para petinggi yang diduga bermain di balik layar.

​Anggota DPRD Provinsi Jambi dari Fraksi Partai Gerindra, Hambali, secara terbuka mendesak Polda Jambi untuk membongkar tuntas gurita percaloan rekrutmen ini. Desakan tersebut meledak usai mencuatnya fakta dugaan aliran dana fantastis dari para korban yang bermuara ke kantong oknum mantan pejabat elite Polda Jambi, melalui perantara dua bawahan, yakni Briptu MD dan Bripda Y.

​Seperti diketahui, Briptu MD dan Bripda Y telah dilucuti seragam dan martabatnya melalui sanksi Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) pada 1 September 2026 lalu. Namun, memecat dua pion tanpa menyentuh sang raja dianggap sebagai sebuah anomali hukum yang mencederai nalar publik.

​Hambali menyoroti tajam dugaan keterlibatan perwira menengah dalam skema raksasa ini. Ia menilai, jika penelusuran membuktikan adanya aliran dana haram ke meja atasan, maka jubah kebesaran pangkat tidak boleh menjadi tameng impunitas.

​”Saya sebagai wakil rakyat dari Fraksi Gerindra membaca

error: Content is protected !!