tetap diizinkan mengikuti ujian.
Ia masih mengingat bagaimana rasanya menjadi Office Boy, kolektor pembiayaan, buruh bangunan, hingga menjalani hari-hari ketika kerupuk menjadi satu-satunya makanan yang mampu mengganjal rasa lapar.
Ia juga tidak pernah melupakan kalimat yang dahulu merendahkannya hanya karena berstatus lulusan SMA.
Namun waktu membuktikan bahwa masa lalu bukanlah vonis atas masa depan.
Dulu, ia hanyalah seorang anak yang hampir putus sekolah karena tidak mampu membayar uang pendidikan. Ia pernah menjadi buruh bangunan, pekerja doorsmeer, Office Boy, hingga kolektor pembiayaan. Tidak sedikit yang memandang rendah masa depannya, kini Tuhan percayakan menjadi seorang Advokat dan Magister Hukum, pendiri Law Firm DBS Nirwasita, sekaligus bagian dari LBH Makalam Justice Center, yang dipercaya menangani berbagai perkara strategis, memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma bagi masyarakat yang membutuhkan, serta konsisten menyuarakan keadilan bagi kaum buruh, masyarakat miskin kota, dan kelompok-kelompok marjinal yang sering kali terpinggirkan oleh sistem.
Perjalanan hidupnya bahkan pernah membawanya duduk dalam satu forum dan satu bingkai bersama salah satu advokat paling berpengaruh di Indonesia, Hotman Paris Hutapea. Bagi sebagian orang, itu mungkin hanya sebuah foto. Namun bagi Bertua, momen tersebut adalah pengingat bahwa Tuhan sanggup mengangkat seseorang

