dari titik terendah kehidupannya menuju tempat yang dahulu bahkan tidak pernah berani ia impikan.
Meski demikian, ia percaya bahwa keberhasilan sejati bukanlah ketika seseorang dikenal banyak orang, melainkan ketika kehadirannya mampu memberi harapan bagi mereka yang kehilangan harapan. Gelar hanyalah identitas, jabatan hanyalah amanah, dan popularitas hanyalah bonus. Yang akan dikenang adalah seberapa besar manfaat yang telah ditinggalkan bagi sesama.
Karena itulah, hingga hari ini Bertua Putra Tambunan tetap memegang teguh prinsip hidup yang sederhana, tetapi menjadi napas dari seluruh perjalanan hidupnya:
“Hidup bukan tentang menjadi orang yang paling berhasil, tetapi tentang menjadi berkat bagi sebanyak mungkin orang.”
Dari seorang anak yang nyaris putus sekolah, pernah menjadi Office Boy, kolektor, buruh bangunan, hingga akhirnya menjadi advokat yang berdiri sejajar dengan tokoh-tokoh hukum nasional, Bertua Putra Tambunan ingin membuktikan satu hal: bahwa iman, kerja keras, integritas, dan keberanian untuk tidak menyerah selalu mampu mengubah keterbatasan menjadi kesempatan. Dan selama Tuhan masih mempercayakan hidup kepadanya, ia akan terus berdiri di garis depan, memperjuangkan keadilan bagi siapa pun tanpa memandang status, jabatan, maupun kemampuan ekonomi. Sebab baginya, profesi advokat bukan sekadar pekerjaan, melainkan panggilan hidup untuk menjadi berkat bagi

