dari luar negeri: pasar Indonesia punya karakter sendiri.
Indonesia punya sekitar 229 juta pengguna internet dengan penetrasi di atas 80 persen menurut data APJII 2025. Mayoritas mengaksesnya lewat ponsel, bukan desktop. Ini mengubah cara orang mencari, mengetik, dan memutuskan.
Lalu soal bahasa. Pencarian di Indonesia sering campur, sebagian Indonesia sebagian Inggris, kadang dengan singkatan dan slang. Mesin AI yang dilatih terutama dengan data berbahasa Inggris tidak otomatis paham nuansa ini. Konten yang ditulis khusus untuk konteks lokal punya keunggulan.
Perilaku belanjanya juga khas. Orang Indonesia melompat antar platform dalam satu perjalanan beli: lihat di TikTok, cek ulasan di YouTube, banding harga di marketplace, tanya AI untuk validasi, baru beli. Strategi yang cuma menyasar satu titik akan melewatkan sebagian besar perjalanan itu.
Indonesia tercatat sebagai negara dengan tingkat penggunaan AI di tempat kerja tertinggi di dunia, sekitar 92 persen pekerja. Angka setinggi itu berarti perilaku memakai AI untuk mencari informasi sudah jadi kebiasaan sehari-hari, bukan hal eksperimental.
Pilihan Sesuai Kebutuhan
Candi Digital Agency, yang berdiri di Bali sejak 2019 dan merupakan bagian dari grup Arfadia, memilih jalan spesialisasi: hospitality, food and beverage, dan lifestyle. Kliennya termasuk Hilton, Four Points by Sheraton, dan Cinepolis. Di industri pariwisata, reputasi itu segalanya, dan mereka

