yang baru menjabat agar tidak terseret dalam pusaran menutup-nutupi borok anak buah.
“Jangan sampai demi dugaan melindungi bau bangkai, nama harum Kapolda pak Krisno Siregar yang masih baru menjabat di jambi jadi ikut bau busuk. Sekali lagi kami tegaskan usut dugaan keterlibatan oknum polisi lain dalam kasus kekerasan seksual yang terjadi di jambi,” tutupnya.
Kasus ini telah resmi dilaporkan sejak awal tahun dengan nomor laporan STTLP/B/6/I/2026/SPKT/Polda Jambi. Namun, hingga detik ini, keadilan bagi korban masih tampak seperti barang mahal yang sulit dijangkau di markas kepolisian tersebut.










