Kapolda Enggan Temui Pendemo, Skandal Pemerkosaan Dituding Jadi Ajang Kongkalikong

5 lainnya kemana, nah ini bahwasanya aparat kepolisian Jambi tidak transparan dan keterbukaan dalam penanganan kasus ini,” cecarnya.

Indikasi “Kongkalikong” Orang Besar

Bukan hanya soal pemerkosaan, massa juga menyoroti kasus TPPO lintas daerah (Jambi-Batam) yang mandek. Dugaan adanya “tangan kuat” yang melindungi para pelaku mulai mencuat ke permukaan.

“Tentu kami rasa belum semua para pelaku di tersangka. Kami hadir di Mapolda ini untuk mempertanyakan integritas dan kinerja dari kepolisian, Indikasinya, kami menduga kasus ini, ada kongkalikong, mungkin saja itu orang besar kan,” tutur Arip dengan nada curiga.

Kekecewaan massa kian memuncak saat Kapolda Jambi maupun Ditreskrimum enggan menampakkan batang hidungnya untuk memberikan penjelasan.

“Sampai saat ini belum ada yang mampu menghadap dan menemui kita untuk menjawab pertanyaan pertanyaan,” ujarnya kesal.

Tamparan Keras Bagi Institusi

Risma Pasaribu, aktivis lainnya, menyebut kasus ini sebagai tamparan mematikan bagi marwah kepolisian di Jambi. Ironisnya, korban adalah seorang gadis 18 tahun yang bercita-cita menjadi Polwan, namun justru diduga dihancurkan oleh oknum yang seharusnya menjadi pelindung.

“Aksi massa demo datang membawa suara-suara yang berusaha di bungkam, dugaan oknum polisi lain yang turut serta dalam kasus ini juga harus di buka ke publik dan di hukum seberat beratnya,” tegas Risma.

Ia juga memberi peringatan keras kepada Kapolda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!