benanusa.com
Gelombang Informasi Nusantara

Sakti! Penangguhan Penahanan Terdakwa Chodizah Dikabulkan Di Hari Pelimpahan, PN Jambi: Kalau Detail Sakitnya Tidak Tahu

Benanusa.com, Jambi – Perjuangan Citra Silalahi yang menjadi korban pengeroyokan oleh terdakwa Chodizah br Saragih masih terjal. Kabar terakhir diketahui bahwa terdakwa berubah status dari tahanan rutan menjadi tahanan rumah.

Seperti diketahui sebelumnya, terdakwa yakni Chodizah Saragih sebelumnya ditahan di LP Perempuan Kelas II B Jambi, hal ini sebagaimana dapat dilihat dalam laman web PN Jambi. Terdakwa ditahan oleh JPU dengan surat PRINT-342/L.5.10/Eku.2/02/2024 mulai 5 Februari lalu hingga 24 Februari 2024.

Tapi tiba-tiba di hari yang sama terbitnya jadwal sidang, Hakim PN Jambi mengabulkan penangguhan penahanan Chodizah, Senin kemarin 19 Februari 2024 lewat surat 61/Pen.Pid/2024/PN Jmb, Chodizah pun kini berstatus tahanan rumah selama 30 hari ke depan sejak surat penangguhannya keluar.

Mengenai alasan penangguhan penahanan terdakwa, Hakim Humas PN Jambi Suwarjo saat dikonfirmasi Benanusa mengatakan bahwa terdakwa telah mengajukan penangguhan penahanan dan dikabulkan oleh pengadilan dengan alasan kemanusiaan.

“Iya benar bang, Terdakwa melalui PH nya mengajukan pengalihan penahan dari Tahanan Rutan ke Tahanan Rumah dengan alasan sakit. Dan atas permohonan tersebut setelah majelis bermusyawarah sepakat mengabulkan permohonan tersebut dengan alasan kemanusiaan karena terdakwa sedang sakit. Mengenai barang bukti, kami belum dapat informasi karena sidang perkara pokoknya saja masih minggu depan,” ujar Suwarjo pada Selasa, 20 Februari 2024.

Namun demikian ia tidak mengetahui lebih rinci mengenai penyakit yang diderita terdakwa sehingga menjadi pertimbangan mengabulkan permohonan penangguhan.

“Kalau detail sakitnya kami tidak tahu. Karena alasan kemanusiaan saja, mengenai berikutnya kami lihat setelah persidangan nanti,” tutupnya.

Sementara itu, pihak kuasa hukum korban merasa bingung dengan pengabulan permohonan penangguhan penahanan terdakwa.

“Iya, kami dapat informasinya tadi dari Jaksa Penuntut Umum, kalau dia penahanannya diubah oleh Pengadilan Negeri Jambi. Apapun alasannya, agak aneh juga ya,” ujar Dede Fiko, salah satu anggota kuasa hukum Citra Silalahi.

Dede melanjutkan, “Informasinya berkasnya dilimpahkan tanggal 19 Februari 2024 ke Pengadilan Negeri Jambi. Namun pada tanggal 19 Februari 2024 itu juga statusnya berubah dari tahanan rutan menjadi tahanan rumah, ” tuturnya.

Menurutnya, apapun alasannya ya memang benar hak dari pada tersangka/terdakwa dan hak dari pengadilan juga mau mengabulkan atau tidaknya.

“Akan tetapi kalau memang alasan sakit ya mau gimana ya, susah juga kita kalau sudah bicara alasan kemanusiaan? Barangkali perlu juga kawan-kawan pertanyakan, siapa yang dapat memastikan bahwa tersangka tidak akan keluar dari rumah? Apa pengadilan negeri Jambi mengirimkan penjaga di rumahnya untuk memastikan tersangka/terdakwa tidak keluar? Kalau hanya ditahan rumah sama saja gak ditahan namanya,” katanya.

Lebih lanjut pihaknya berharap agar perkara ini disidangkan dengan profesional, karena korban Citra sudah 4 tahun memperjuangkan keadilannya.

“Apalagi yang kami tahu mobil tempat terjadinya peristiwa pemukulan itu juga gak tau di mana rimbanya. Karena kita lihat di SIPP PN Jambi, barang buktinya cuma 1 helai baju. Kami sangat berharap masih ada keadilan bagi klien kami,” tutupnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *