benanusa.com
Gelombang Informasi Nusantara

Seorang Anggota TNI Dan Istri Tewas Ditabrak Anak Sendiri

Benanusa.com, Kalimantan Timur– Seorang anggota TNI dan istrinya tewas ditabrak mobil yang dikendarai oleh anaknya sendiri.

Korban yang berinisial TI yang merupakan anggota TNI yang berpangkat Peltu dan sang istrinya MT harus meregang nyawa atas insiden tersebut.

“Korban ini anggota TNI berpangkat Peltu,” sebut Kasatlantas Polresta Balikpapan Kompol Ropiyani, Selasa (18/10/2022).

Dia juga menjelaskan kronologi terjadi, awal mula korban TI dan MT berboncengan menggunakan sepeda motor bernomor polisi KT 6537 HF, korban berjalan beriringan dari arah Bandara SAMS Sepinggan bersama anaknya berinisial AT yang mengemudikan mobil bernomor polisi KT 1242 LW.

Setibanya di depan PT Schlumberger, Batakan, Balikpapan Timur, motor yang dikemudikan TI mengurangi kecepatannya.

Ironisnya, AT yang saat itu berada di belakang motor orangtuanya itu panik.

Ropiyani menambahkan, AT bukan menginjak pedal rem, melainkan pedal gas.

“mobil ini mau melakukan pengereman, tapi ternyata dia salah injak rem, yang diinjaknya adalah gas. Sehingga, mobil melaju cepat dan menabrak sepeda motor yang dikemudikan oleh korban,” ujar dia.

Seketika mobil menabrak TI dan MT yang berada tepat di depannya. Keduanya pun terpental dan terlindas mobil Innova yang dikemudikan AT.

Korban pun tergeletak dan saat diperiksa sudah tidak bernyawa akibat luka berat yang dialami pasca tabrakan tersebut.

Kompol Ropiyani juga mengatakan kalau pihaknya akan meminta keterangan dari AT, hanya saja AT masih belum bisa dimintai keterangan lantaran masih memakamkan orangtuanya.

“Yang bersangkutan masih trauma dan saat ini sedang memakamkan orangtuanya di Samarinda,” ungkap dia.

Perlu diketahui AT ini masih seorang pelajar dan juga masih berusia 15 Tahun. “Belum tahu ya untuk memastikan dia belajar ataupun dia mencoba, nanti kami lakukan SOP penyidikan, nanti kami BAP baru kami tahu keterangan dari anak tersebut,” ungkap dia.

Tak lupa Kompol Ropiyani juga mengimbau kepada semua orangtua agar diberikan pengertian kepada anak yang masih dibawah umur tidak boleh mengendarai kendaraan.

“Karena secara psikologis dia belum siap mengendarai kendaraan karena masih labil. Kemudian dia juga tidak mempunyai SIM. Jadi, saya berharap lebih baik anaknya apabila pergi ke sekolah untuk gunakan ojol atau diantar oleh orangtuanya,” kata dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *