benanusa.com
Gelombang Informasi Nusantara

Biadab! Anak Durhaka di Purwakarta Bacok Ibu Kandung Bertubi-tubi hingga Meninggal

Benanusa.com, Jawa Barat – Sungguh biadab kelakuan TS (26) yang tega menghabisi nyawa ibu kandungnya sendiri M (46). Terlebih lagi alasannya sungguh sepele dan tak masuk akal. TS kesal hanya karena sering dimarahi ibunya.

Peristiwa nahas tersebut terjadi di Kampung Ngenol RT 007 RW 003 Desa Gunung Hejo, Kecamatan D arangdan, Kabupaten Purwakarta, Selasa (20/9/2022). TS diketahui membacok Masitoh bertubi-tubi sebanyak 20 kali hingga meninggal.

“Tersangka kesal kepada korban (ibu kandungnya) karena cerewet sering marah – marah,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo, Rabu (29/9/2022).

Menurut Ibrahim, berdasarkan hasil pemeriksaan, TS beralasan kesal kepada ibunya hingga tega melakukan perbuatan sadis dan biadab itu.

“Pengakuan pelaku, dia melakukan pembacokan sebanyak kurang lebih 20 kali,” ujar Ibrahim.

Lebih lanjut Ibrahim menjelaskan, meski berdasarkan pemeriksaan pelaku terindikasi mengalami gangguan jiwa, namun pihaknya tetap melakukan proses hukum terhadap pelaku.

Menurutnya, adanya kesalahan pada pelaku harus ditentukan terlebih dahulu kemampuan bertanggung jawab, hubungan kejiwaan serta faktor kesengajaan atau kelalaiannya.

“Untuk mengetahui lebih dalam, maka pelaku harus diperiksa kembali kondisi kejiwaannya, apakah memenuhi kriteria sebagai sakit jiwa,” tuturnya.

Diketahui, masyarakat digegerkan kabar peristiwa pembunuhan yang dilakukan TS terhadap ibu kandungnya, Masitoh di Kabupaten Purwakarta, Selasa kemarin.

Masitoh tewas lantaran mengalami luka cukup serius di bagian leher belakang. Dengan luka menganga akibat sabetan senjata tajam dan leher nyaris putus.

Pelaku yang langsung diamankan tak lama setelah insiden berdarah tersebut terjadi langsung menjalani pemeriksaan pihak kepolisian. Berdasarkan hasil pemeriksaan, pelaku diduga mengalami gangguan jiwa.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Ibrahim Tompo menyatakan, pelaku diketahui menjalani pengobatan atas gangguan jiwa yang dialaminya sejak 2019 lalu.

“Indikasi awal pelaku mengalami ganguan jiwa dan sudah berobat sejak 2019,” ujar Ibrahim, Rabu (21/9/2022).

Berdasarkan hasil pemeriksaan, termasuk keterangan saksi, lanjut Ibrahim, pelaku biasanya melamun jika obatnya habis. Namun, kali ini, pelaku marah hingga tega menghabisi nyawa ibu kandungnya.\

“Baru pertama kali ini dia (pelaku) melakukan hal seperti ini, biasanya gak pernah marah-marah, kalau obatnya habis hanya suka bengong dan melamun. Penanganan saat ini oleh Satreskrim Polres Purwakarta,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *