Benanusa.com, Jambi – Sebuah rekaman video amatir milik warga baru-baru ini memperlihatkan pemandangan yang memicu keresahan publik. Tampak kemacetan panjang yang didominasi oleh deretan truk tronton dan fuso yang mengantre tak beraturan di sekitar SPBU Pal 10 hingga meluber ke jalan utama di Jalan Lingkar Barat 1, Kelurahan Kenali Asam, Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi.
Bagi warga setempat, pemandangan ini dinilai bukan sekadar antrean pengisian bahan bakar biasa. Masyarakat menaruh curiga yang kuat bahwa ada praktik pelangsiran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar subsidi yang dilakukan secara sistematis di lokasi tersebut.
Rampok Hak Masyarakat dengan Harga Tinggi
Kecurigaan warga bukan tanpa alasan. Disinyalir, para oknum pelangsir ini beroperasi dengan cara membeli solar subsidi di SPBU seharga Rp6.800 per liter. Solar tersebut kemudian diduga kuat langsung dijual kembali kepada para mafia penampung ilegal dengan harga mencapai Rp9.000 per liter demi meraup keuntungan instan.
”Kalau begini terus, kami masyarakat biasa yang punya kendaraan bermesin diesel jadi malas untuk antre. Hak kami selalu sudah didahului oleh para pelangsir,” keluh salah seorang warga dengan nada kesal.
Kekecewaan serupa diungkapkan oleh seorang sumber lain yang enggan disebutkan identitasnya pada Sabtu (25/4). Ia mengutuk keras tindakan para oknum yang memanfaatkan celah distribusi BBM subsidi ini untuk memperkaya diri sendiri.
”Ini bukan sekadar antrean panjang biasa, ini adalah bentuk pencurian terhadap hak kami,” tegas sumber tersebut.
Desak Aparat Kepolisian Turun Tangan
Menghadapi situasi yang semakin tidak terkendali, masyarakat mendesak pihak kepolisian untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas dugaan adanya jaringan penimbun dan penjual BBM ilegal yang beroperasi di wilayah Kota Jambi.
Warga meminta agar aparat penegak hukum tidak tutup mata dan segera mengambil tindakan tegas. “Tolong perhatikanlah, aparat kepolisian. Tindak sebenar-benarnya para pelaku yang merampok subsidi untuk masyarakat ini,” pungkasnya.
Kondisi maraknya pelangsir yang memonopoli antrean di SPBU Pal 10 ini dinilai sebagai sebuah ironi yang memprihatinkan di tengah upaya keras pemerintah pusat untuk memastikan penyaluran subsidi energi tepat sasaran. (Tim)

