Jadwal Hasil Audit Bank 9 Jambi dan Rencana Upgrade Teknologi

berat (gross negligence). Pernyataan Khairul bahwa “apabila telah pindah ke versi 24, apapun yang dipesankan oleh otoritas sudah terpenuhi” secara tidak langsung mengonfirmasi bahwa sistem sebelumnya tidak memenuhi standar keamanan otoritas (BI dan OJK).

Mengapa bank membiarkan sistemnya keropos begitu lama? Mempertahankan sistem usang ini bukanlah efisiensi, melainkan pengabaian standar keamanan minimum yang berujung pada jebolnya brankas ratusan miliar rupiah.

Menunggu Audit Forensik di Tengah Kelumpuhan Deteksi Dini

Saat ini, pihak Bank Jambi bersama BI, OJK, dan Kepolisian tengah memproses audit forensik yang diperkirakan rampung pada bulan Mei. Menurut Khairul, hasil audit ini akan mengungkap akar masalah dan melahirkan rekomendasi perbaikan.

Kritik Kritis: Menunggu hasil audit di bulan Mei tidak boleh dijadikan alasan untuk menunda pertanggungjawaban. Secara logika teknis, akar masalahnya sudah terlihat jelas dari lolosnya ribuan transaksi ilegal yang bermuara pada akun yang sama dalam waktu singkat. Hal ini membuktikan lumpuhnya Anti-Fraud System (AFS) di dalam core banking Bank Jambi.

Sistem pencegahan yang sehat seharusnya langsung memicu pemblokiran otomatis (Automatic Shutdown). Ketiadaan respons sistem ini memunculkan kecurigaan serius: apakah sistem deteksi dini tersebut sengaja tidak diaktifkan, atau memang tidak pernah diperbarui untuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!