Resmi! Menag Tetapkan 1 Ramadhan Hari Kamis, Muhammadiyah Duluan Puasa

Benanusa.com, Jakarta – Pemerintah secara resmi mengumumkan penetapan awal Ramadan 1447 Hijriah usai menggelar Sidang Isbat di Jakarta. Keputusan ini menjadi acuan utama bagi masyarakat luas dalam memulai pelaksanaan ibadah puasa tahun 2026.

​Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan hasil kesepakatan tersebut pada Selasa, 17 Februari 2026.

​”Berdasarkan hasil hisab dan tidak adanya hilal terlihat, disepakati 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 jatuh pada hari Kamis, 19 Februari 2026,” ujar Nasaruddin.

 

​Secara teknis, Nasaruddin menjelaskan bahwa kondisi hilal saat ini belum memenuhi kriteria yang ditetapkan. Sudut elongasi terpantau sangat rendah, berada pada rentang 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik. Dengan demikian, data hisab menunjukkan hilal tidak memenuhi syarat keterlihatan.

​Menag juga menekankan transparansi dalam proses pengambilan keputusan tersebut.

“Dalam sidang ini, kami bermusyawarah secara terbuka,” imbuhnya.

Perbedaan Awal Ramadan dan Respons MUI

​Keputusan pemerintah ini menetapkan awal puasa sehari setelah jadwal yang ditentukan oleh Muhammadiyah. Organisasi Islam tersebut sebelumnya telah menetapkan 1 Ramadan 1447 H jatuh pada 18 Februari 2026.

​Menanggapi adanya perbedaan waktu ini, Sekretaris Jenderal Majelis Ulama Indonesia (MUI), Amirsyah Tambunan, memberikan pandangannya. Ia menilai perbedaan penetapan awal Ramadan sebagai hal yang wajar dan semestinya disikapi dengan bijaksana.

​Buya Amirsyah mengutip pendapat Imam Ghazali yang menyatakan bahwa penggunaan metode hisab maupun rukyat sama-sama sah karena berada dalam ranah ijtihad. Ia menegaskan bahwa landasan teologis dan fikih dari ayat-ayat kauniyah sangat kuat dalam persoalan ini.

​Ia pun menutup dengan pesan persatuan bagi umat Islam.

“Yang penting penuh hikmah dan saling tasamuh,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!