Benanusa.com, Jambi – Sazli Rais tak pernah menyangka syukuran yang ia gelar dengan memotong kambing di rumahnya justru menjadi awal dari beban malu yang panjang. Di depan tetangga dan kerabat, ia sempat bersalam-salaman, memohon doa restu untuk keberangkatan ke Tanah Suci. Namun, hingga kini, sajadah yang ia siapkan tak kunjung terbentang di depan Ka’bah.
”Kita sudah potong kambing, sudah salamin amplop ke tetangga, tetapi tidak jadi berangkat. Ya saya dan keluarga pasti malu,” kenang Rais dengan nada getir saat ditemui, Kamis, 14 Mei 2026.
Rais bukanlah seorang pengusaha kaya. Ia hanyalah seorang pegawai honorer di Pemerintah Provinsi Jambi yang memiliki mimpi besar. Demi membawa istri dan neneknya beribadah umrah, ia dengan telaten menyisihkan gajinya sejak tahun 2010. Enam belas tahun lamanya ia mengumpulkan rupiah demi rupiah hingga terkumpul angka Rp 116 juta.
Nahas, seluruh tabungan masa depannya itu kini menguap dalam genggaman sebuah biro perjalanan umrah yang berkantor di Kota Jambi.
Kisah pilu ini bermula pada Agustus 2025. Kala itu, Rais tergiur oleh selembar brosur yang menawarkan paket umrah 30 hari penuh di bulan Ramadan dengan harga diskon, yakni Rp 35,9 juta per orang. Tanpa rasa curiga, ia menyetor uang muka Rp

