BRMS Naik 24% dalam 3 Bulan, Beli di Makmur Aplikasi Saham yang Aman dan Terbaik

Avatar
Ilustrasi

Kenaikan harga saham dalam tiga bulan dapat menjadi alasan untuk melihat kembali kondisi emiten di balik pergerakan tersebut. Saham BRMS mencatat return sekitar 24% selama Juli hingga September 2026 jika ketiga return bulanan dihitung secara majemuk. Namun, kenaikan ini tidak berlangsung konsisten karena BRMS menguat pada Juli dan Agustus sebelum terkoreksi pada September.

Pergerakan harga tersebut dapat dipantau melalui aplikasi saham Makmur aman dan Terbaik bersama data valuasi dan kinerja perusahaan. Dengan melihat beberapa indikator sekaligus, kenaikan harga dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas.

Mengenal BRMS dan Bisnis Pertambangannya

BRMS merupakan emiten pertambangan mineral yang berperan sebagai entitas induk bagi sejumlah anak usaha. Kegiatan eksplorasi dan pengembangan pertambangan dijalankan melalui perusahaan-perusahaan tersebut dengan komoditas yang mencakup emas, tembaga, seng, dan timbal.

Emas menjadi salah satu komoditas utama BRMS melalui PT Citra Palu Minerals dan PT Gorontalo Minerals. PT Gorontalo Minerals juga berkaitan dengan pengelolaan tembaga, sedangkan PT Dairi Prima Mineral bergerak pada komoditas seng dan timbal. Diversifikasi komoditas tersebut menjadi konteks penting ketika investor menilai bisnis BRMS dan prospek pertambangannya.

Dari sisi pasar, BRMS memiliki market cap sebesar Rp85,78 triliun dengan tradeable shares sebanyak 141,78 miliar saham. Volume perdagangan terakhir tercatat 93,3 juta saham, sedangkan rata-rata volume tiga bulan mencapai 355,86 juta saham. Artinya, aktivitas perdagangan pada catatan terakhir berada di bawah rata-rata tiga bulan.

Valuasi dan Profitabilitas BRMS

BRMS memiliki price to earnings ratio (P/E) sebesar 122,97. Sementara itu, price to sales ratio (P/S) berada di 21,81 dan price to book ratio (P/B) sebesar 3,82. EPS perusahaan tercatat 4,92.

Rasio tersebut menunjukkan bahwa harga saham perlu dilihat bersama kemampuan perusahaan menghasilkan laba. P/E membandingkan harga saham dengan laba per saham, sedangkan P/S dan P/B menggunakan penjualan serta nilai buku sebagai dasar perbandingan. Dengan demikian, ketiganya dapat memberikan perspektif berbeda mengenai posisi harga saham.

Dari sisi operasional, gross profit margin BRMS mencapai 57,83% dan operating profit margin sebesar 33,36%. Angka tersebut menunjukkan adanya margin yang cukup besar setelah memperhitungkan biaya pada tingkat laba kotor dan operasional.

Namun, ROA tercatat 1,83% dan ROE 2,05%. Kedua rasio tersebut memperlihatkan bahwa tingkat pengembalian terhadap aset dan ekuitas masih relatif rendah dibandingkan margin yang tercatat. Perbedaan ini menarik untuk diperhatikan karena margin yang tinggi tidak otomatis menghasilkan tingkat pengembalian aset dan ekuitas yang sama tingginya.

Mengapa BRMS Naik 24% dalam 3 Bulan?

Kenaikan sekitar 24% pada kuartal ketiga 2026 terbentuk dari tiga pergerakan bulanan yang cukup berbeda. Pada Juli, BRMS mencatat return +18,14%, kemudian kembali naik +33,93% pada Agustus. Setelah dua bulan tersebut, saham terkoreksi -21,33% pada September.

Jika ketiga angka tersebut dimajemukkan, hasilnya sekitar 24%. Perhitungan ini berbeda dengan sekadar menjumlahkan return bulanan karena perubahan harga pada setiap bulan memengaruhi nilai investasi pada bulan berikutnya.

Konteks sebelumnya juga penting. BRMS mencatat return -1,82% pada Januari, -10,19% pada Februari, -24,74% pada Maret, +10,27% pada April, -26,09% pada Mei, dan -20,34% pada Juni. Artinya, enam bulan pertama 2026 lebih banyak diwarnai penurunan sebelum terjadi penguatan pada Juli dan Agustus.

Rata-rata return bulanan BRMS sepanjang 2026 tercatat -3,96%. Karena itu, kenaikan 24% dalam tiga bulan tidak cukup untuk menggambarkan keseluruhan pergerakan saham sepanjang tahun. Investor juga perlu melihat apakah penguatan tersebut didukung perkembangan kinerja perusahaan, kondisi komoditas, serta perubahan ekspektasi pasar.

Perhatikan Juga Struktur Keuangan dan Dividen

Selain harga dan valuasi, struktur pendanaan menjadi bagian lain yang dapat diperiksa. Debt to equity ratio (DER) BRMS tercatat 0,29 kali. Rasio tersebut menunjukkan perbandingan utang terhadap ekuitas perusahaan dan dapat digunakan untuk melengkapi penilaian terhadap kondisi keuangan.

BRMS juga belum mencatat dividen per saham maupun dividend yield dalam data yang digunakan. Artinya, investor yang mempertimbangkan saham ini perlu lebih berfokus pada perkembangan bisnis, profitabilitas, dan potensi perubahan harga daripada mengandalkan pendapatan dividen berdasarkan data tersebut.

Kombinasi P/E 122,97, P/B 3,82, ROE 2,05%, dan return tiga bulan sekitar 24% menunjukkan bahwa masing-masing indikator membawa cerita yang berbeda. Kenaikan harga memang menjadi perhatian, tetapi valuasi dan kemampuan perusahaan menghasilkan pengembalian dari ekuitas tetap perlu diperiksa sebelum mengambil keputusan.

Pantau Pergerakan BRMS di Makmur

BRMS dapat dimasukkan ke dalam daftar pantauan bersama saham lain yang sedang Anda pelajari. Pergerakan harga, return bulanan, valuasi, margin, ROE, dan DER dapat diperiksa secara berkala sehingga kenaikan harga tidak menjadi satu-satunya dasar analisis.

Kenaikan sekitar 24% selama Juli hingga September 2026 memang cukup besar, tetapi terbentuk setelah tekanan pada paruh pertama tahun dan diikuti koreksi pada September. Di sisi fundamental, BRMS memiliki gross profit margin 57,83% dan operating profit margin 33,36%, tetapi ROE masih 2,05% dengan P/E mencapai 122,97.

Memahami hubungan antarangka tersebut dapat membantu investor menilai BRMS secara lebih menyeluruh. Sebelum membeli, pertimbangkan kembali tujuan investasi, toleransi risiko, dan informasi terbaru mengenai kinerja perusahaan. Makmur dapat digunakan untuk memantau perkembangan BRMS sekaligus membandingkannya dengan emiten lain dalam portofolio atau daftar pantauan Anda. (adv)

error: Content is protected !!