Jambi – Salah satu gudang penadahan CPO atau kencing CPO di Jl Lingkar Selatan, Kota Jambi seolah kebal hukum.
Gudang kencing CPO yang berlokasi tak jauh dari SPBU Talang Bakung tersebut lancar jaya beroperasi hingga saat ini.
Investigasi tim awak media ke gudang CPO tersebut baru-baru ini menemukan aktivitas bongkar CPO sedang berlangsung. Tampak seorang pekerja sedang membuka-tutupkan tangki CPO yang bermuatan.
Namun para pekerja disana, memilih untuk irit bicara ketika ditanyai oleh tim awak media. Nando dan Indra – pekerja di gudang kencing CPO sekaligus gudang alat berat itu menyebut-nyebut Boni Barus sebagai pemilik gudang tersebut.
“Ini punya bang Boni Barus. Kalau sebelah beda lagi. Dia jarang kesini. Kalau dia ini semua dipegangnya, kalau ga manolah bisa jalan ini kan,” ujar salah satu pria, yang mengaku sebagai sopir di gudang Boni, Indra, Kamis 26 September 2024.
Dari cerita para sopir di gudang kencing CPO tersebut. Boni dilirik sebagai sosok pemain sakti dengan koordinasi berlapis-lapis terhadap berbagai oknum lintas profesi. Hal itu pun membuat bisnis kencing CPO ilegalnya seolah aman dari persoalan hukum.
Namun belakangan, Nando berkilah. Dia menyangkal informasi yang diungkap sebelumnya. Dia diduga kuat mengecoh tim awak media dengan memberi informasi palsu. Ketika diminta tim untuk dihubungkan dengan sosok bos atau toke gudang tersebut, guna dikonfirmasi lebih lanjut, Nando pun menolak.
“Kelanjutan apa? Udah lah bos Yang kayak gini udah sering kuhadapi. Itu makanya aku gak akurat ngasi taunya semua,” kata dia menantang. “Boni barus entah orang mana aku aja gak kenal. Anggota itu lah pemuda pancasila Anggota semua hormas.” sambung dia lewat WhatsApp, Jumat 27 September 2024.
Hari berselang kemudian seorang pria paruh baya yang mengaku-ngaku berprofesi sebagai wartawan yakni Siregar menghubungi salah satu tim awak media.
Siregar mengklaim bahwa dirinya bekerja di gudang tersebut. Dia juga mempersoalkan pemberitaaan tim awak media terkait gudang kencing CPO tersebut.
“Itu tempat saya cari makan. Saya kerja disitu. Kalau mau bikin berita kenapa tidak konfirmasi ke saya dulu. Banyak kok yang datang, semua konformasi ke saya,” kata Siregar, dengan penuh klaim.
Dia tidak menyebutkan secara gamblang apa posisi atau sebagai apa dia bekerja di gudang CPO ilegal tersebut. Dan lagi ketika dikonfirmasi lebih lanjut soal kejelasan status hukum badan usaha kencing CPO tersebut. Siregar tak punya argumen yang konkrit. Dia hanya bisa berdalih, bahwa di dalam gudang tersebut tidak ada yang dirugikan.
Ketika disinggung soal siapa pemilik gudang kencing CPO ilegal tersebut. Dia bersikap sama seperti para pekerja di gudang itu yakni Nando dan Indra. Mereka tak mau menjawab secara gamblang.
“Itu dulu gudang alat berat punya Aceng (China) setelah gabung ini bos-bos ini adalah itu (penampungan CPO),” ujar Regar.

Sampai saat ini tim awak media masih terus berupaya mengkonfirmasi berbagai pihak atau intansi terkait perihal keberadaan dan aktivitas gudang CPO yang berlokasi di dekat SPBU Talang Bakung tersebut. (*)

