Kesalahan Fatal Internal Bank 9 Jambi Kini Harus Diganti Rugi Rakyat

konflik kepentingan. Menurutnya, publik tidak boleh hanya disuguhi janji manis pengembalian saldo, sementara pelaku utama di balik “kesalahan fatal” ini melenggang bebas tanpa sanksi.

​Ironi Penegakan Hukum

​Di akhir pernyataannya, Romiyanto menyentil soal rasa keadilan. Ia membandingkan bagaimana rakyat kecil ditekan saat memiliki kewajiban hutang, sementara korporasi besar bisa dengan mudah menggunakan laba daerah untuk menambal kecerobohan internal.

“Integritas adalah tentang melakukan hal yang benar saat tidak ada orang yang melihat. Jika Bank 9 Jambi ingin kembali dipercaya, mereka harus berani buka-bukaan: siapa yang lalai, vendor IT mana yang tidak kompeten, dan siapa oknum internal yang harus bertanggung jawab secara pribadi—bukan malah menyembunyikan wajah di balik punggung rakyat Jambi,” pungkas sang Advokat.

error: Content is protected !!
Exit mobile version