Mahkota di Balik Jubah Persilatan: Ketika Tameng Justru Menjadi Pedang. Putra Tambunan: “Keadilan Tidak Datang Sendiri, Ia Harus Diperjuangkan”.

Benanusa.com – Jambi. Ia datang untuk belajar melindungi diri, namun pulang dengan luka yang tak akan pernah sembuh. Sebut saja namanya KY. Seorang gadis remaja dengan tutur kata selembut sutra dan paras sedamai pagi. Di tengah rapuhnya struktur keluarga karena orang tua yang berpisah, KY tumbuh dalam asuhan sang bibi, sementara ayahnya memeras keringat di kejauhan demi satu tujuan: agar KY mendapatkan kehidupan dan pendidikan yang layak.

Doktrin Keji Berkedok Spiritual

Ketakutan akan kerasnya dunia luar menuntun KY ke sebuah perguruan silat di Kota Jambi. Ia ingin menjadi kuat. Ia ingin punya “benteng” agar tak ada pria hidung belang yang berani menyentuhnya. Namun, nasib berkata lain. Di tempat yang seharusnya mengajarkan martabat dan perlindungan, KY justru bertemu dengan monster berkedok guru.

Dengan dalih mistis “pemasangan kodam”, KY masuk ke dalam perangkap doktrin yang mengerikan. Di bawah perintah menutup mata dan menahan napas demi sebuah “kekuatan gaib”, mahkota KY direnggut secara paksa. Ia dikhianati oleh sosok yang ia anggap pelindung. Kebejatan itu dilakukan berulang kali, tersembunyi rapat di balik keringat latihan dan seragam kebesaran, hingga akhirnya kehamilan salah satu rekannya membongkar borok busuk di perguruan tersebut.

Melawan Arus di Gerbang Keadilan

Luka KY semakin perih saat ia mencoba mencari keadilan. Di

error: Content is protected !!
Exit mobile version