Benanusa.com, Jambi – Gerakan Angkatan Muda Kristen (GAMKI) Dewan Perwakilan Daerah Provinsi Jambi sukses menggelar Sarasehan Rembuk Tokoh Kristen Provinsi Jambi pada Rabu, 23 Juli 2025 bertempat di Cafe Bunga Robusta Kota Jambi. Acara ini menjadi wadah penting untuk membahas peran pemuda dan pemudi Kristen di Jambi pada masa kini.
Sarasehan yang berlangsung di Jambi ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari berbagai latar belakang. Dari legislatif, tampak hadir Anggota DPRD Provinsi Jambi Ir. Daulat Sitorus, serta Anggota DPRD Kota Jambi seperti Djokas Siburian S.E, Maria Magdalena S.S, dan Efron Purba.
Tidak hanya itu, para pemimpin gereja terkemuka juga turut meramaikan diskusi ini, di antaranya Pdt. Kamson Pasaribu S.Th (Praeses HKBP XXV Jambi), Pdt. Gibson Sibuea S.Th (Korwil GKPI Wilayah VIII Sumbagsel), Pdt. Julimto Sinaga (Sekretaris PGI Wilayah Jambi), Pdt. JM Gultom S.Th (Ketua PGPI Prov. Jambi), dan Pdt. Yayan Gultom (Ketua PGPI Kota Jambi). Perwakilan pemerintah diwakili oleh Roberson Pakpahan (Pembimas Kristen Prov. Jambi), serta tokoh lintas agama Pdt. Josua Nababan dari Forum Komunikasi Antar Umat Beragama. Berbagai organisasi juga mengirimkan perwakilannya, termasuk Robert Simanungkalit (Ketua Remba), Jon Slamet Sihombing (Sekretaris DPD HBB Prov. Jambi), dan Pdt. Zuhdi F. Siburian M.Th (Sekretaris BAMAG Provinsi Jambi).
Ditemui awak media, Ketua GAMKI Provinsi Jambi, Frandy Septior Nababan, S.H., menyampaikan bahwa diskusi ini sangat berkesan dan mendapatkan respons positif dari seluruh peserta. “Diskusi ini membahas mengenai kepemudaan Kristen di Jambi. Semua peserta sepakat dan sepaham bahwa pemuda adalah gereja masa depan yang akan mengisi medan layanan gereja dan juga dalam berbangsa dan bernegara, terkhusus di Jambi,” ujar Frandy.
Frandy juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, GAMKI akan fokus pada upaya pengkaderan anggota melalui jaringan gereja. “GAMKI akan mengadakan Masa Perkenalan Anggota untuk perekrutan kaderisasi. Gereja juga sepaham bahwa pemuda dari denominasi gerejanya masing-masing dianggap perlu untuk menemukan satu titik mitra layanan gereja, yaitu GAMKI, yang dianggap relevan untuk kaderisasi kepemudaan Kristen,” jelasnya.
Melalui program ini, GAMKI berharap pemuda gereja dapat bergabung untuk mempersiapkan diri dalam berbagai bidang pelayanan, seperti pendidikan, sosial, budaya, politik, dan kemasyarakatan. “Jadi, ‘medan layan GAMKI’ adalah tempat atau ruang di mana anggota GAMKI mengaplikasikan iman mereka melalui tindakan nyata dalam pelayanan di berbagai bidang kehidupan,” tutup Frandy Septior Nababan.


