Korban Sen Kiri Belok Kanan Dibuntuti Cekcok Lalu Diviralkan Berujung Dimintai Uang

sebuah kejanggalan terjadi. Pengemudi Brio itu menyusul datang, namun anehnya, pasangan wanita yang bersamanya di lokasi kejadian menghilang.

Pria itu justru datang bersama seorang laki-laki lain yang mengaku sebagai abangnya—yang sama sekali tidak berada di lokasi saat insiden terjadi.

Di hadapan penyidik kepolisian, mediasi dilakukan. Korban, dengan itikad baiknya, menyatakan siap memberikan biaya pengobatan atau perbaikan jika memang ada kerugian yang ditimbulkan dari kontak fisik tersebut.

“Saya sudah berinisiatif untuk memberikan uang untuk perbaikan dan pengobatan jika memang ada yang rusak atau sakit saat kontak fisik waktu itu,” lanjutnya.

​Namun, itikad baik itu diduga dimanfaatkan. Pengemudi Brio hitam tersebut tiba-tiba menuntut ganti rugi sebesar Rp5 juta.
​Mendengar nominal yang tidak wajar, penyidik Polsek Telanaipura pun mempertanyakan rincian kerusakan yang membuat tagihan membengkak hingga angka tersebut. Dengan dalih yang dipaksakan, pengemudi Brio menyebut uang itu untuk memperbaiki kaca belakang dan kap mobil.

​Pernyataan ini sontak memicu cekcok baru di ruang mediasi. Korban dengan tegas membantah karena merasa sama sekali tidak pernah menyentuh, apalagi merusak, kap depan mobil Brio tersebut. Namun, pihak Brio tetap bersikeras tidak mau tahu dan memaksa agar kap mobilnya ikut diperbaiki menggunakan uang korban.

​LBH Makalam Justice Center Turun Tangan

​Merasa terus dipojokkan oleh opini publik akibat framing

error: Content is protected !!
Exit mobile version