diam. Ia menyatakan bahwa laporan tersebut saat ini masih dalam tahap pemeriksaan saksi-saksi.
”Laporan sudah diproses, dan sedang pemeriksaan saksi-saksi,” ujar Jimmy singkat.
Bagi Sazli Rais, setiap hari yang berlalu tanpa kejelasan adalah tambahan beban moral di pundaknya. Di balik angka Rp 116 juta itu, ada keringat buruh honorer selama belasan tahun yang dikhianati oleh janji-janji surgawi biro perjalanan gadungan.
Hanya seorang pegawai honorer yang berjuang demi ibadah, kini Rais harus menanggung malu dan ketidakpastian. Apakah keadilan akan datang secepat janji diskon travel tersebut?
