jam. Dalam insiden tersebut, seorang pasien di dalam ambulans meninggal dunia karena terjebak macet dan gagal mencapai rumah sakit tepat waktu.
Noviardi pun menyinggung insiden terbaru yang melibatkan pejabat publik. “Terbaru kan kasus, mohon maaf, anggota dewan dari Merangin kan, menabrak batu bara,” ujarnya. Noviardi mengingatkan bahwa kejadian ini bukanlah kasuistik, melainkan sistemik dan terus berulang.
”Kalau masalah dampak lalu lintas, ya itu kan tidak perlu lagi kita diskusikan. Dindo urai saja, di-googling itu kan banyak datanya,” cetusnya, menggambarkan betapa sudah umumnya masalah ini hingga menjadi rahasia umum yang menyedihkan.
Lingkaran Setan Konflik Kepentingan
Mengapa masalah yang begitu kasat mata ini tak kunjung selesai? Mengapa ketegasan pemerintah seolah tumpul? Noviardi memberikan analisis yang menohok: adanya dugaan konflik kepentingan di lingkaran kekuasaan.
”Nah, dalam hal ini saya lihat conflict of interest, konflik kepentingan dari oknum-oknum pemerintah cukup tinggi. Baik ingin bermain di dalam angkutan batu bara, bermain dalam perizinan tambang, bermain dari fee ataupun royalti. Nah ini kan harus kita tertibkan,” tutur Noviardi.
Pernyataan ini mengindikasikan bahwa lambatnya penyelesaian masalah batu bara bukan semata karena kendala teknis, melainkan tersandera oleh kepentingan oknum yang meraup untung dari kekacauan yang ada. Selama para pengambil kebijakan masih “bermain
