Benanusa.com, Jakarta – Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, mengungkapkan bahwa Amerika Serikat masih menjadi negara tujuan utama ekspor produk ekonomi kreatif Indonesia di pasar global. Amerika Serikat diikuti oleh Swiss, Jepang, Thailand, dan Uni Emirat Arab sebagai negara tujuan ekspor utama.
Menurut Riefky, kombinasi pasar utama global dan kawasan ini menunjukkan potensi besar bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspornya. Ia menyarankan agar Swiss dijadikan sebagai hub untuk pasar Eropa, Thailand untuk pasar regional, dan Uni Emirat Arab sebagai hub Timur Tengah.
Selama periode Januari hingga Oktober 2025, nilai ekspor ekonomi kreatif ke Amerika Serikat mencapai 8,32 dolar AS. Ekspor ekonomi kreatif masih didominasi oleh dua subsektor utama, yaitu fashion dengan nilai 14,860 juta dolar AS dan kriya dengan nilai 11,101 juta dolar AS.
Riefky juga menyatakan bahwa nilai ekspor ekonomi kreatif secara keseluruhan telah mencapai 101% dari target, yaitu sebesar 26,68 miliar dolar AS. Ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif telah berkontribusi sebanyak 11,96% dari total ekspor non-migas, yang merupakan angka tertinggi dalam lima tahun terakhir.
Untuk tahun 2026, Kementerian Ekonomi Kreatif menargetkan nilai ekspor sebesar 27,85 miliar dolar AS melalui berbagai program dan aktivasi industri kreatif. Riefky juga menyebutkan bahwa pihaknya sedang menyusun usulan skema insentif untuk subsektor fashion, kriya, kuliner, dan penerbitan.
: Sumber www.antaranews.com

