Merangin – Peristiwa tragis terjadi di Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan, Merangin, Jambi, ketika seorang pasangan suami istri ditemukan tewas tergantung di dapur kontrakannya, Rabu (11/12).
Kejadian ini mengejutkan warga sekitar yang menemukan pasangan tersebut pada posisi yang sama.
Menurut informasi, pasangan suami istri tersebut baru pindah ke kontrakan tersebut sekitar 10 hari sebelum kejadian.
Mereka belum dikenal oleh warga sekitar karena tidak melaporkan kedatangan mereka ke RT setempat.
Penyebab kematian pasangan suami istri tersebut belum diketahui secara pasti. Ketua RT 29, Khairil, membenarkan peristiwa tersebut dan menyatakan bahwa identitas korban belum diketahui.
Menurut Ketua RT 29, Khairil, kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga yang sedang menyambung pipa air di kontrakan tersebut. “Korban ditemukan tewas tergantung di dapur kontrakan,” kata Khairil.
Menurut Kasi Humas Polres Merangin, Aiptu Ruly, penemuan mayat tersebut terjadi pada Rabu, 11 Desember 2024, sekitar pukul 17.00 WIB. “Korban ditemukan oleh tetangganya yang menghidupkan mesin air dan melihat korban tergantung di ruang dapur,” kata Ruly.
Pihak berwajib langsung menangani kasus tersebut dan melakukan evakuasi ke RSUD Kolonel Abundjani Bangko. Hasil pemeriksaan tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian disebabkan oleh gantung diri.
Di dekat jenazah, ditemukan secarik surat wasiat yang diduga ditulis oleh korban sebelum meninggal. Surat tersebut berisi permohonan maaf kepada keluarga dan permintaan untuk dikuburkan di liang yang sama.
“Permohonan maaf kami tuk (untuk) Amak-Abak. Kami ingin di kubur di liang yg sama sebagai permintaan terakhir,” tertulis dalam surat tersebut.

