Lapor Komandan! Garis Polisi di Gudang Ucok Sudah Hilang, Aktivitas Penadahan dan Pengolahan CPO-nya Lanjut Lagi

Jambi – Bos gudang penimbunan, penadahan, dan pengolahan CPO Ilegal di kawasan Payo Selincah, Jambi Timur yakni sosok pria paruh baya bernama Safrudin alias Ucok seolah merasa kebal hukum.

Dengan nada kata kasar, Ucok melontarkan kata-kata makian dan mengancam awak media yang melakukan konfirmasi atas aktivitas gudang CPO ilegalnya yang kembali beroperasi tak lama berselang pasca sempat disegel Polisi pada 11 Oktober 2024.

“***tek kau. Tunggulah kau, kau tunggulah yo!” ujar Ucok, berkata kasar, Jumat 15 November 2024.

Syafrudin Harahap alias Ucok tanpa merasa bersalah melontarkan makian. Seolah merasa dia benar sendiri. Dia pun kesal ketika disinggung soal dugaan tindak pidana penggelapan dan penadahan CPO yang selama ia lakukan di gudangnya.

Imbas dari keberadaan dan aktivitas gudang Ucok, sebelumnya 2 oknum anggota Polresta Jambi disangsi karena mengunjungi gudang Ucok, kala itu ke-2 oknum tersebut diduga kuat hendak mengutip setoran. Hanya saja kasir Ucok yang kerab disapa Bogeng tak berada dilokasi.

Sementara itu pasca viral keberadaan gudang CPO ilegal Ucok, 2 oknum personil tersebut didindak. Selang beberapa saat gudang Ucok disegel oleh Polisi lengkap dengan tim gabungan dari pemerintah setempat, kala itu operasi dipimpin langsung oleh Kapolsek Jambi Timur AKP Edi Mardi Siswoyo.

Namun semua itu seolah tidak ada artinya lagi, belakangan gudang penadahan dan penggelapan CPO yang terletak di sudut Kota Jambi itu kini kembali beroperasi.
Garis police line yang dipasangi tim gabungan di gerbang masuk gudang Ucok pun sudah tak terlihat lagi.

Masih jadi pertanyaan, apa yang membuat Ucok tetap dapat mengoperasionalkan gudang penggelapan dan penadahan CPO-nya dan bikin penindakan yang dilakukan tim gabungan seolah tidak berarti. Dan lagi malah ngancam-ngancam pula.

Peristiwa yang terjadi pada Ucok pun kian mengarahkan dugaan bahwa ia telah membentengi bisnis ilegalnya dengan koordinasi terstruktur, sistematis, dan masif terhadap oknum lintas profesi tertentu. Sementara itu tim awak media masih mencoba konfirmasi dengan pihak kepolisian. (*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!