Selamat Datang Mahasiswa Baru 2022 Unja, Merdekalah Mahasiswa!

Oleh: Vickry Haykal*

Merdeka adalah terbebas dari segala macam belenggu aturan, dan kekuasaan dari pihak tertentu. Mungkin sudah tidak asing lagi kita mendengar kata “merdeka” Tapi apakah seutuhnya kita sudah merdeka? Sudah merdeka dari pilihan? Sudah merdeka dari pergerakan?

Bagi sebagian orang, status mahasiswa merupakan status tertinggi dan dianggap sebagai seorang yang intelek. Bahkan, di suatu tempat tertentu, mahasiswa akan selalu dielu-elukan untuk menjadi agen perubahan negara dan bangsa ini. Oleh karena itu seharusnya mahasiswa sudah merdeka sejak dari pergerakan tanpa intervensi dari siapapun

Untuk mendapatkan status mahasiswa, tentu ada beberapa tahapan, salah satunya ialah PKKMB (Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru), ini mungkin bagi mahasiswa baru memang tempat untuk mengenal kehidupan kampus, mencari kawan tapi bagi sebagian kelompok ini adalah ajang untuk merekrut anggota baru secara besar-besaran. Begitu banyak cara bagi senior yang tergabung dalam organisasi tertentu untuk mengkaderkan Mahasiswa baru dan untuk mengkaderkan mahasiswa baru ini biasanya dengan cara yang halus dan terstruktur, mulai dari main kan di media sosial atau bahkan ngajak Mahasiswa baru ngopi dulu sampai maba ini bergabung dan sangat disayangkan jika maba ini gabung hanya semata-mata karena tidak enak hati bukan karena ingin berproses. Apakah mengkaderkan mahasiswa sebanyak-banyak mungkin dan berpacu-pacu dengan organisasi lain adalah tujuan organisasi?

Seharusnya kawan-kawan mahasiswa baru harus merdeka sejak dari pikiran dan paling penting harus dalam keadaan sadar, jangan sampai karena alasan tidak enak hati dengan senior atau alasan apapun yang jauh dari kata “merdeka”. Karena menjadi mahasiswa yang mengikuti dan aktif di organisasi itu penting, Organisasi menjadi tempat yang baik untuk belajar, salah satunya mengasah kemampuan untuk beretorika, suka diskusi dan yang paling penting dalam organisasi diajarkan menghargai siapapun karena semua orang adalah guru dan semua orang adalah murid. Jika seseorang membenci dan menjelek-jelekan organisasi lain berarti orang tersebut gagal berproses dalam organisasi yang diikutinya

Seperti kata Bapak Republik Indonesia Tan Malaka yaitu “Idealisme adalah kemewahan terakhir yang hanya dimiliki oleh pemuda”. Dan ini selaras dengan kata pahlawan nasional Lafran pane “Di mana pun kau berkiprah tak ada masalah, yang penting semangat keislaman dan keindonesiaan itu yang harus kau pegang teguh”

Akhir kata panjang umur perlawanan comrades!!

*Penulis merupakan Mahasiswa Fakultas Hukum UNJA

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

error: Content is protected !!