Jakarta — Mantan Presiden Brasil Jair Bolsonaro kembali menjadi sorotan setelah mengakui bahwa ia merusak gelang pemantau elektronik yang dikenakannya sejak Agustus. Pengakuan itu muncul setelah Mahkamah Agung Brasil memerintahkan penahanan preventif terhadap dirinya pada Sabtu (22/11), karena dinilai berpotensi melarikan diri.
Dalam sebuah video yang dirilis otoritas Brasil, Bolsonaro tampak santai saat menjelaskan tindakannya.
“Saya taruh besi panas di situ,” ujarnya kepada agen Polisi Federal, seraya mengatakan bahwa ia melakukannya semata-mata karena “penasaran”.
Mengutip Expresso, laporan dari Sekretariat Negara untuk Administrasi Penjara (SEAPE) menemukan “tanda kerusakan jelas dan signifikan” pada gelang tersebut. Otoritas memastikan bahwa mantan kepala negara itu memang “berupaya membuka perangkat pemantau”.
Pusat Integrasi Pemantauan (CIME) mendeteksi gangguan pada gelang itu pada pukul 00.07. Tim pengawal yang berjaga di dekat kediaman Bolsonaro pun segera bergerak menuju lokasi.
Bolsonaro mengaku mulai membakar gelang tersebut sejak sore hari. Padahal, timnya sebelumnya mengklaim bahwa perangkat itu hanya “terbentur tangga”. Pemeriksaan CIME justru menemukan bekas hangus mengelilingi struktur gelang, terutama pada bagian pengunci.
Diduga Berusaha Melarikan Diri
Hakim Mahkamah Agung Alexandre de Moraes menilai perusakan gelang pemantau itu sebagai indikasi upaya melarikan diri.


