Benanusa.com, Jambi – LBH Makalam menuntut transparansi hasil audit forensik Bank Jambi. Serangan siber ini merugikan nasabah seratus empat puluh tiga miliar. Tata kelola dan kinerja manajemen bank wajib dievaluasi total. Direktur LBH Makalam, Romi Yanto, angkat bicara menyoroti krisis ini. Masyarakat berhak tahu penyebab pasti insiden memalukan tersebut.
Masyarakat butuh bukti nyata langkah perbaikan yang dilakukan. Bank Jambi harus memulihkan kepercayaan publik yang hancur. Romi menegaskan pentingnya keterbukaan dalam kasus pembobolan massal ini.
“Masyarakat tidak hanya membutuhkan kepastian bahwa dana nasabah telah diamankan, tetapi juga membutuhkan penjelasan yang transparan mengenai apa yang sebenarnya terjadi, apa saja temuan audit forensik, serta bagaimana langkah perbaikan yang sedang dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang,” ujarnya.
Otoritas Jasa Keuangan Jambi telah mendesak percepatan pemulihan layanan. Tindak lanjut atas temuan audit forensik harus segera diselesaikan. Pekerjaan rumah Bank Jambi pascainsiden ini masih sangat besar. Masyarakat menanti layanan perbankan kembali normal tanpa ada hambatan. “Pertanyaan masyarakat sekarang sederhana,” tegas Romi lantang. “Kapan proses pemulihan ini selesai?” cecarnya.
Fokus nasabah adalah keamanan sistem perbankan pada masa depan. “Kapan layanan digital, khususnya mobile banking, dapat berfungsi normal dan memberikan pelayanan yang aman serta nyaman bagi nasabah?” tambahnya. Pemulihan kepercayaan publik tidak
