benanusa.com
Gelombang Informasi Nusantara

Warga Kumpeh Ulu Bermalam di Depan Gerbang PT FPIL Sampaikan Ini Untuk Presiden dan Kapolda

Benanusa.com, Jambi – Puluhan warga Teluk Raya, Kumpeh Ulu, Muarojambi terus berjuang untuk hak mereka atas lima orang warga Teluk Raya yang ditangkap atas tuduhan mencuri buah sawit milik PT FPIL. Mereka terus berjuang hingga malam ini, Sabtu 8 Juli 2023.

Warga melakukan demonstrasi dengan memblokir pintu gerbang PT FPIL. Orang-orang telah melakukan ini siang dan malam selama beberapa hari.

Salah seorang warga, Nila Wati, mengatakan kepada awak media bahwa dia bahkan meminta Presiden Joko Widodo untuk membantunya. Agar lima warga Teluk Raya, Sudirman, Ari, Arpan Mamat dan Kliwon, yang ditangkap oleh polisi pada 3 Juli lalu, segera dibebaskan dari semua tuduhan.

Dengan penuh harapan, Nila Wati mengatakan pada Sabtu 8 Juli 2023 malam, “Saya mohon kepada bapak presiden untuk membantu kami untuk membebaskan 5 warga kami yang ditahan karena dituduh oleh PT FPIL bahwa mereka maling. Tapi mereka bukan maling pak presiden, mereka dituduh tanpa bukti kemudian mereka dipenjara.”

Selain itu, Wati menyatakan bahwa sebelum kelima warga sekampungnya tidak dibebaskan. Mereka akan berdemonstrasi selama itu juga.

Kami berjuang sebelum mereka dibebaskan, dan kami tidak akan pergi dari sini. “Pak Presiden, tolong kami,” katanya.
Nila Wati juga meminta kemurahan hati Kapolda Jambi setelah meminta kepada Presiden. karena dia mengklaim bahwa rekan-rekannya telah dihadapkan ke pengadilan tanpa bukti yang cukup.

“Kami juga mohon kepada bapak Kapolda. Mohon bukakan pintu hati baiknya, lepaskan kawan-kawan kami yang ditahan tanpa bukti.”

Menurutnya, warga sudah lelah meminta bantuan kepada pemerintah Provinsi Jambi karena mereka telah mengalami konflik lahan dengan PT FPIL selama bertahun-tahun, tetapi belum ada penyelesaian atau kepedulian dari pemerintah daerah terhadap warga.

Sampai saat ini, warga silih berganti melakukan pendudukan di berbagai tempat, terutama di depan gerbang PT FPIL.

“Kami tidak akan bubar sebelum kawan kami lima orang itu dibebaskan, Pak Presiden. Mohon Pak Kapolda.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *