benanusa.com
Gelombang Informasi Nusantara

Kebiasaan Mengkonsumsi MSG atau Micin Secara Berlebihan di Kalangan Masyarakat

Oleh : Haliva Asih R., Cindi Cinta Marito, Brama Pranawinata*

 

LATAR BELAKANG

Monosodium glutamat (MSG) adalah garam natrium yang berasal dari asam amino asam glutamat. MSG memiliki fungsi sebagai bumbu penyedap yang mirip dengan glutamat. Senyawa ini bertindak sebagai penambah rasa dan menambah rasa yang disebut “umami”.  Kandungan zat dalam Bahan Tambahan Pangan Penyedap Rasa (MSG) ada 3 yaitu: Asam Glutamat 78 persen, Natrium 12 persen dan Air 10 persen, sebagai zat utama adalah Asam Glutamat yang merupakan Asam Amino yang tidak berbeda Asam Glutamat yang terkandung dalam makanan alami sehari hari.

Penemu dari MSG  adalah seorang profesor di Departemen Kimia Tokyo Imperial University atau sekarang disebut Tokyo University. Ia adalah Kikunae Ikeda. MSG ini ditemukan pada tahun 1907, dan dikenal sebagai bumbu umami yang ada hampir di semua dapur masyarakat Jepang.

Pada dasarnya MSG atau Micin dapat dikonsumsi, hanya saja tidak boleh berlebihan. “Monosodium glutamat bila dikonsumsi melampaui batas maksimum dan terus-menerus dalam jangka waktu yang lama tentu akan menimbulkan berbagai macam efek samping tanpa disadari ” (Sarah, 2011)

 PEMBAHASAN

Pada makalah ini kami menggunakan metode pengumpulan data melalui Google form dalam bentuk kuisioner. Pada kuisioner ini kami memberikan 5 pertanyaan singkat mengenai mengkonsumsi MSG secara berlebihan. Sasaran kuisioner ini diberikan kepada rentang usia    6 – 10 (anak – anak), 11 – 19 ( remaja ), 20 – 60 (dewasa) dan telah direspon sebanyak 60 orang.

Pada pertanyaan pertama tentang “Seberapa tahukah anda mengenai MSG atau micin?” didapatkan hasil: Pada rentang usia 6 – 10 tahun, rata – rata mereka menjawab mengetahui MSG atau micin. Pada rentang usia 11 – 19 tahun rata – rata mereka menjawab mengetahui MSG atau micin. Pada rentang usia 20 – 60 tahun, mayoritas menjawab mengetahui MSG atau micin.

Pada pertanyaan kedua tentang “Seberapa seringkah anda mengkonsumsi MSG atau micin?” didapatkan hasil: Pada rentang usia 6 – 10 tahun, rata – rata mereka menjawab kadang – kadang. Pada rentang usia 11 – 19 tahun mayoritas mereka menjawab kadang – kadang. Pada rentang usia 20 – 60 tahun, rata – rata menjawab jarang mengkonsumsi MSG atau micin.

Pada pertanyaan ketiga tentang “Apakah anda tahu apa yang terkandung didalam MSG atau micin?” didapatkan hasil : pada rentang usia 6 – 10 tahun, semuanya menjawab tidak tahu. Pada rentang usia 11 – 19 tahun, rata – rata mereka menjawab tahu. Pada rentang usia 20 – 60 tahun, rata – rata menjawab tahu mengetahui kandungan yang terdapat didalam MSG atau micin.

Pada pertanyaan keempat tentang “Apakah anda suka menambahkan MSG atau micin kedalam makanan anda?” didapatkan hasil: Pada rentang usia 6 – 10 tahun, mayoritas mereka menjawab suka. Pada rentang usia 11 – 19 tahun, mayoritas mereka menjawab suka. Pada rentang usia  20 – 60 tahun, rata – rata menjawab suka menambahkan MSG atau micin kedalam makanan mereka.

Pada pertanyaan kelima tentang “Apakah anda tahu akibat dari mengkonsumsi MSG atau micin yang berlebihan?” didapatkan hasil: Pada rentang usia 6 – 10 tahun, rata – rata mereka menjawab tahu. Pada rentang usia 11 – 19 tahun, mayoritas mereka menjawab tahu. Pada rentang usia 20 – 60 tahun, mayoritas mereka menjawab tahu mengenai akibat dari mengkonsumsi MSG atau micin yang berlebihan.

SIMPULAN

Dari survei yang kami lakukan, kami dapat menarik kesimpulan, bahwa dari rentang usia anak – anak sampai dewasa hampir semuanya telah mengetahui apa itu MSG atau micin, kandungannya, dan akibat dari penggunaannya yang berlebihan. Kebiasaan menambahkan MSG atau micin pada makanan lebih banyak terjadi dikalangan remaja namun, mereka hanya kadang kadang saja menambahkannya. Akan tetapi kebiasaan itu harusnya dikurangi. Karena cukup besar resiko yang akan ditanggung bila terlalu banyak mengonsumsi micin

DAFTAR PUSTAKA

Ismullah, Sarah. 2011. Mie Instan, Sakit Instan. https://www.onesearch.id/Record/IOS1.INLIS000000000308195. Diakses pada tanggal 11 November 2022.

*Penulis merupakan mahasiswa Program Studi Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Jambi

 

Sulastri, Sri. (Analisis Kadar Monosodium Glutamat (MSG) Pada Bumbu Mie Instan Yang Diperjualbelikan Di Koperasi Wisata Universitas Indonesia Timur SRI SULASTRI, n.d.) 347-Article Text-793-1-10-20190712.pdf. Diakses pada 11 November 2022.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *