benanusa.com
Gelombang Informasi Nusantara

Pengaruh Keperibadian Pada Keaktifan Mahasiswa

Oleh: Munairah, Rizka Aprilliana Sari, Hesty Febria Ningsih dan Siti Fatmawati.

Latar Belakang

Manusia adalah makhluk sosial yang senantiasa berproses dan berdinamika, setiap manusia dilahirkan dengan sifat dan kepribadian yang berbeda-beda. Kepribadian adalah sebuah kata yang menandakan ciri pembawaan dan pola kelakuan yang bersangkutan dengan pribadi itu sendiri. Kepribadian meliputi tingkah laku, cara berpikir, perasaan, gerak hati, usaha, aksi, tanggapan terhadap kesempatan dan tekanan, dan cara berinteraksi dengan orang lain, dalam kehidupan sehari-hari (Gregory, 2012: 15)

Menurut Carl Gustav jung, kepribadian introvert dapat dikatakan sebagai sikap kesadaran seseorang yang mengarah ke dalam dirinya sendiri. Kemudian, kepribadian ekstrovert dipengaruhi dunia objektif diluar dirinya. Lalu kepribadian ambivert merupakan gabungan dari kepribadian introvert dan ekstrovert, orang yang ambivert suka bersosialisasi tapi disisi lain mereka juga suka menghabiskan waktu untuk menyendiri.

Tujuan Penelitian

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kepribadian mahasiswa untuk meninjau alasan kurangnya keaktifan mahasiswa dikelas.

Pembahasan

Berdasarkan hasil angket yang diberikan kepada 15 mahasiswa didapatkan 43,8 % menganggap bahwa dirinya adalah orang yang mudah bergaul, sedangkan 62,5%  mahasiswa saat berada dikeramaian memilih diam jika tidak diajak berbicara. Hal ini disebabkan sebagian besar mahasiswa merasa tidak percaya diri.

Dari hasil angket tersebut dapat diketahui sebagian besar responden memiliki kepribadian ambivert, dimana orang dengan kepribadian ambivert cenderung lebih fleksibel dalam menghadapi berbagai situasi, dari tanggapan  mereka diketahui bahwa umumnya ambivert dapat menikmati waktu saat dirinya sedang berada pada situasi sosial, layaknya orang dengan kepribadian ekstrovert. Namun, disisi lain orang dengan kepribadian ambivert juga membutuhkan waktu untuk dirinya sendiri, layaknya seorang introvert.

Sebagaimana respon yang telah mereka berikan, ciri-ciri ambivert adalah pendengar dan komunikator yang baik, memiliki rasa empati yang tinggi dan dapat menjadi penyeimbang pada banyak situasi
Orang yang mempunyai karakter ambivert, memiliki posisi ditengah, antara ekstrovert dan introvert.

Maka dari itu, mereka memiliki sifat yang unik dan bisa mengambil keuntungan dari kedua kepribadian tersebut untuk diterapkan pada situasi tertentu. Kelebihan seorang ambivert diantaranya, memiliki hubungan yang lebih sehat dan stabil, mempunyai sistem manajemen yang baik, dan dapat membaca situasi yang dihadapi dengan baik.

Simpulan

Mahasiswa Universitas Jambi 2022 memiliki kepribadian ambivert. Hal ini membuktikan banyak mahasiswa suka bersosialisasi, tetapi cenderung memilih diam jika tidak diminta untuk menyampaikan opininya. Artinya jika dosen tidak secara langsung menunjuk salah satu mahasiswa, sebagian besar mahasiswa dikelas tidak berani berbicara karena tidak percaya diri. Maka sebaiknya kepribadian ambivert dipertahankan dan dikembangkan. Fokuslah pada aktivitas-aktivitas yang membuat diri bahagia dan bermakna bagi kehidupan.

Daftar Pustaka
Yandri,Hengki (2016). Pembinaan Kepribadian Konselor dan Karakter Siswa di Sekolah, Jakarta:Tarbawi.
Sari, Ngesti Limna (2018). Kepribadian Introvert Dalam Fotografi Ekspresi, Jawa Timur: DESKOVI: Art and Design Journal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *